Minggu, 04 Juni 2017

9 Makna Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata ramidhayarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Dinamakan demikian karena saat ditetapkan sebagai bulan wajib berpuasa, udara atau cuaca di Jazirah Arab sangat panas sehingga bisa membakar sesuatu yang kering.
Selain itu, Ramadhan juga berarti ‘mengasah’ karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat-alat perang (pedang, golok, dan sebagainya) untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat dimaknai sebagai bulan untuk ‘mengasah’ jiwa, ‘mengasah’ ketajaman pikiran dan kejernihan hati, sehingga dapat ‘membakar’ sifat-sifat tercela dan ‘lemak-lemak dosa’ yang ada dalam diri kita.
Ramadhan yang setiap tahun kita jalani sangatlah penting dimaknai dari perspektif nama-nama lain yang dinisbatkan kepadanya. Para ulama melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan.

Syahr al-Qur’an (bulan Alquran)
Karena pada bulan inilah Alquran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu, kitab-kitab suci yang lain: Zabur, Taurat, dan Injil, juga diturunkan pada bulan yang sama.

Syahr al-Shiyam (bulan puasa wajib)
Karena hanya Ramadhan merupakan bulan di mana Muslim diwajibkan berpuasa selama sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan, satu-satunya, nama bulan yang disebut dalam Alquran. (QS al-Baqarah [2]: 185).

Syahr al-Tilawah (bulan membaca Alquran)
Karena pada bulan ini Jibril AS menemui Nabi SAW untuk melakukan tadarus Alquran bersama Nabi dari awal hingga akhir.

Syahr al-Rahmah (bulan penuh limpahan rahmat dari Allah SWT)
Karena Allah menurunkan aneka rahmat yang tidak dijumpai di luar Ramadhan. Pintu-pintu kebaikan yang mengantarkan kepada surga dibuka lebar-lebar.

Syahr al-Najat (bulan pembebasan dari siksa neraka)
Allah menjanjikan pengampunan dosa-dosa dan pembebesan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata-mata mengharap ridha-Nya.

Syahr al-’Id (bulan yang berujung/ berakhir dengan hari raya)
Ramadhan disambut dengan kegembiraan dan diakhiri dengan perayaan Idul Fitri yang penuh kebahagiaan juga, termasuk para fakir miskin.

Syahr al-Judd (bulan kedermawanan)
Karena bulan ini umat Islam dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Nabi SAW memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan pada bulan suci.

Syahr al-Shabr (bulan kesabaran)
Karena puasa melatih seseorang untuk bersikap dan berperilaku sabar, berjiwa besar, dan tahan ujian.

Syahr Allah (bulan Allah)
karena di dalamnya Allah melipat gandakan pahala bagi orang berpuasa.

Jadi, Ramadhan adalah bulan yang sangat sarat makna yang kesemuanya bermuara kepada kemenangan, yaitu: kemenangan Muslim yang berpuasa dalam melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidakjujuran. Sebagai bulan jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesalehan individual serta sosial.

Sabtu, 06 Mei 2017

Posisi tidur Rasulullah dalam penjelasan medis

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al Ahzab : 21)

Sebagai suri teladan yang baik, Rasulullah Muhammad saw telah banyak memberikan contoh bagaimana tata cara tidur yang baik menurut islam. Seperti hadist berikut ini :
Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu. (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya. (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla. (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

Posisi tidur dengan menghadap kearah kanan telah terbukti sehat dan banyak manfaatnya dalam hal medis. Berikut manfaat tidur menghadap ke kanan :

1. Mengistirahatkan otak sebelah kiri
Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah.

2. Mengurangi beban jantung
Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri.

3. Mengistirahatkan lambung
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung.

4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi miring ke kanan.

5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi
Saat tidur pergerakan usus meningkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lama selama tidur memungkinkan penyerapan bisa optimal.

6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan tidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.

7. Mengisitirahatkan kaki kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalagi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.

8. Menjaga kesehatan paru-paru
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.

9. Menjaga saluran pernafasan
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur.

Sabtu, 25 Maret 2017

10 Fakta ilmiah kenapa babi haram dalam islam

Al Quran dengan tegas menyatakan haramnya daging babi. Bahkan, pengharaman babi disebutkan empat kali. Yakni di Surat Al Baqarah ayat 173, Surat Al Maidah ayat 3, surat Al An’am ayat 145 dan surat An Nahl ayat 115.
Mengapa babi diharamkan? Tentu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengharamkannya. Rahasianya, hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tahu persis.

Namun, ada 10 fakta ilmiah yang membuat kita bisa mengambil hikmah tentang haramnya babi. 10 fakta ilmiah kenapa babi haram dalam Islam.

1. Daging babi rumahnya cacing pita
Mengonsumsi daging babi memiliki risiko terkena infeksi cacing pita (sistiserkosis). Karena daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia yang bisa berpindah ke tubuh manusia yang mengkonsumsinya.

2. Kantung urine babi sering bocor
Prof. A.V. Nalbandov menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine-nya merembes ke dalam daging.

3. Babi tidak memiliki leher
Secara fisiologis, babi tidak mendukung untuk disembelih. Sebabnya, babi tidak memiliki leher. Sedangkan Islam mensyariatkan penyembelihan binatang pada lehernya.

4. Babi hewan paling rakus
Babi melahap makanan apa pun yang ada di depannya. Ia merupakan hewan paling rakus di dunia. Bahkan jika makanannya telah habi, ia memuntahkan makanan dalam perutnya dan memakannya kembali demi memuaskan kerakusannya.

5. Babi hewan paling jorok
Jika di depan babi ada sampah, ia akan makan sampah tersebut. Bahkan babi juga melahap kotoran. Hingga kotorannya sendiri pun dilahapnya.

6. Babi menampung banyak bibit penyakit
Selain mengandung cacing pita (Taenia solium), babi juga mengandung cacing spiral (Trichinella spiralis), cacing tambang (Ancylostoma duodenale), cacing paru (Paragonimus pulmonaris), hingga bakteri kolera (Salmonella choleraesuis) dan virus kudis (Scabies).

7. DNA babi mirip manusia
Ditemukannya fakta DNA babi paling mirip dengan manusia, mengkonsumsi babi dapat dengan mudah menularkan perilaku buruk babi kepada manusia. Selain rakus, perilaku babi yang pernah diobservasi oleh Muhammad Abduh adalah tidak memiliki cemburu. Ketika dua ekor babi jantan dan seekor babi betina dimasukkan kandang, dua babi jantan itu tidak saling berebut tetapi justru saling membantu untuk mengawini babi betina.

8. Daging babi sulit dicerna manusia
Meskipun empuk, ternyata daging babi sulit dicerna oleh pencernaan manusia. Ini karena daging babi mengandung lemak berbahaya.

9. Babi merupakan carrier virus Flu Babi
Di dalam tubuh babi, virus AI yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas dan menular kepada manusia.

10. Daging babi penyebab utama kanker anus dan kolon
Prosentase penderita kanker anus dan kolon meningkat drastis di negara-negara yang penduduknya memakan babi, terutama di negara-negara Eropa, Amerika, Cina dan India. Sedangkan di negara-negara Muslim, prosentasenya sangat rendah.

Demikian 10 Fakta Ilmiah Kenapa Babi Haram dalam Islam. Semoga semakin menguatkan keislaman kita dan senantiasa berusaha mentaati aturan-Nya.

Sumber: Tarbiyah.net

Minggu, 05 Maret 2017

Perang dunia II: Apakah dunia berhutang pada Soviet???

Mungkin, bagi kita di Indonesia, Perang Dunia II adalah suatu perang yang terjadi jauh di luar sana dan kurang berdampak signifikan bagi kita. Anggapan ini bisa jadi muncul karena kita merasa bahwa Indonesia saat itu sama sekali tidak angkat senjata dan ikut berperang. Pada periode 1941-1945, Indonesia masih berjuang melawan penjajahan.
Memang, pada 1942, Pemerintah Hindia Belanda "angkat kaki" dari Indonesia. Kepergian Belanda kemudian segera digantikan oleh Jepang yang saat itu mengaku "sahabat" bagi rakyat Indonesia. Seluruh kejadian ini, mulai dari perginya Belanda yang kemudian digantikan oleh Jepang, hingga akhirnya Indonesia mampu berdiri untuk memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tak lepas dari Perang Dunia II yang terjadi "di luar" sana sebenarnya.
Jika kita sedikit mengingat pada masa-masa sekolah kita dulu, saat kita belajar sejarah di kelas atau di institusi-institusi bimbingan belajar, mungkin kita akan ingat beberapa kata kunci terkait Perang Dunia II, yaitu Hitler, Nazi, bom di Hiroshima dan Nagasaki, dan Pearl Harbor.
Bagi saya pribadi, keempat hal itu masih saya ingat dengan cukup baik. Saya ingat cerita guru-guru saya mengenai kekejaman Hitler dan Nazi saat Perang Dunia II. Saya ingat bagaimana cerita mengenai Pearl Harbor—mungkin, banyak dari kita yang sudah menonton film mengenai peristiwa ini pula. Saya juga ingat kisah mengenai kota Hiroshima dan Nagasaki yang dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat.
Namun, ketika bicara soal kapan dan bagaimana sebenarnya akhir dari Perang Dunia II, saya lupa. Atau, apa sebenarnya yang menjadi titik berakhirnya Perang Dunia II? Jika kita pikir bahwa Perang Dunia II berakhir setelah Jepang dibom oleh AS maka kita salah. Perang Dunia II berakhir setelah Nazi menandatangani dokumen kapitulasi pada 8 Mei 1945—yang resmi berlaku per tanggal 9 Mei. Kepada siapa? Inggris? Amerika Serikat? Bukan, Nazi menyerah kepada Uni Soviet.

Membuka mata
Sejak saya "bersentuhan" dengan Rusia, mata (dan pikiran) saya menjadi semakin terbuka. Pekerjaan saya membuat saya mengenal Rusia lebih dalam. Saya belajar banyak mengenai negara ini dan saya merasa bahwa betapa sejarah (dalam banyak hal) telah berlaku tidak adil kepada Rusia. Sejarah dunia yang kita ketahui dan pelajari selama ini tidak sedikit merupakan hasil konstruksi yang bersifat politis. Dalam hal ini, Rusia, yang dulu bernama Uni Soviet, dianggap sebagai "musuh dunia" (atau Barat, tepatnya) karena dua hal: (1) negara yang besar dan kuat; dan (2) menganut paham komunisme. Padahal, fakta menyatakan bahwa dunia jelas berutang banyak pada Soviet, khususnya selama era Perang Dunia II.
Di Barat, atau khususnya Amerika Serikat, Perang Dunia II selalu dianggap sebagai peperangan yang "kami" menangkan. Perang Dunia II adalah peperangan heroik yang terjadi di sepanjang pesisir pantai Normandia. Perang Dunia II adalah soal peperangan di Iwo Jima—mungkin beberapa dari kita juga sudah menonton filmnya. Perang Dunia II adalah peperangan untuk kembali merebut kota-kota di Prancis. Ini semua adalah kemenangan yang "dibentuk" oleh citra Jenderal Dwight D. Eisenhower, suatu kemenangan yang dibentuk oleh sikap dan kata-kata Perdana Menteri Winston Churchill. Perang Dunia II adalah kemenangan setelah menjatuhkan bom atom di Negeri Matahari Terbit.
Lantas, adakah peran Uni Soviet selama Perang Dunia II dijelaskan secara rinci dalam sejarah? Jangankan rinci, secara "cukup" pun saya pikir tak sampai. Padahal, meskipun kemenangan diraih berkat upaya banyak negara, Uni Soviet lah yang menaklukkan tentara fasis Jerman. Uni Soviet berhasil melenyapkan lebih dari 74 persen tentara Jerman (Wehrmacht) dalam pertempuran, atau sekitar sepuluh juta tentara dari 13,4 juta tentara. Tentara Merah Uni Soviet mengalahkan dan menangkap 607 divisi musuh sepanjang 1941-1945, jauh lebih banyak dibanding 176 divisi yang dihancurkan oleh pasukan Inggris dan Amerika jika digabungkan. Selain itu, kerugian materi yang harus ditanggung Uni Soviet selama perang mencapai 2,5 triliun rubel (472 miliar dollar AS) dalam estimasi nilai mata uang sebelum terjadinya peperangan.
Selama masa Perang Dunia II, Nazi Jerman tidak hanya menggempur Uni Soviet, tapi sebagian besar dataran Eropa. Namun, Nazi baru "menemukan" lawan yang seimbang ketika berhadapan dengan Sang Beruang Uni Soviet. Faktanya, jika saat itu Uni Soviet tidak mati-matian dengan segala daya dan upaya mereka berjuang melawan invasi tentara fasis Nazi Jerman, mungkin sejarah akan berbeda.
Jerman menyerbu Perancis, Belgia, Belanda, dan Luksemburg pada tanggal 10 Mei 1940. Sebulan kemudian, sekutu Jerman, Italia, menyerbu Prancis. Pada Oktober 1940, Italia menyerbu Yunani.
Bagaimana jika dulu Uni Soviet tidak berhasil mengalahkan Nazi Jerman? Saya yakin dunia, khususnya Eropa, tidak akan seperti sekarang ini. Ketika Uni Soviet berhasil mengalahkan Nazi, Soviet tidak hanya membebaskan negaranya dari serangan penjajah fasis, tetapi juga membebaskan Eropa yang saat itu dikuasai fasisme Jerman. Namun, adakah peran dan pengorbanan besar Uni Soviet ditonjolkan dalam sejarah yang selama ini kita terima di lembaga-lembaga pendidikan formal?

Memori Abadi dalam Perang Patriotik Raya
Perang Patriotik Raya adalah perang antara Uni Soviet dengan Nazi Jerman yang berlangsung sejak invasi Jerman ke Uni Soviet pada 22 Juni 1941 hingga Jerman menyatakan diri menyerah tanpa syarat pada 9 Mei 1945.
Rusia merayakan Hari Kemenangan dengan parade militer terbesar sepanjang sejarah. Hari Kemenangan di Rusia dirayakan dengan sangat besar, setara dengan perayaan hari kemerdekaan di negara-negara yang pernah merasakan penjajahan dan kemudian memperoleh kemerdekaan. Ini adalah ketika Uni Soviet berhasil mengklaim kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Patriotik Raya. Hingga kini, akhir Perang Patriotik Raya tetap menjadi hari yang penting untuk dirayakan bagi warga Rusia.
Warga Rusia dan "bekas" warga Soviet lain tetap mempertahankan sebutan "Perang Patriotik Raya" karena bagi mereka perang tersebut merupakan pertempuran untuk memerdekakan tanah air mereka. Di bawah rencana Nazi terhadap wilayah Soviet, lebih dari separuh populasi Rusia hendak ditumpas. Namun, Uni Soviet berhasil menggagalkan rencana tersebut. Rusia tentu patut bangga atas kemenangan yang mereka raih dan menolak menganggap Perang Patriotik Raya sebagai sekadar salah satu front dalam Perang Dunia II.
Selama Perang Patriotik Raya, hampir seluruh warga Soviet terlibat dalam perang dengan berbagai cara. Hampir seluruh laki-laki Soviet pergi ke garis depan peperangan. Tidak hanya itu, para perempuan dan anak-anak pun ikut andil dalam peperangan. Selain itu, ternyata peperangan ini bukan semata-mata peperangan manusia. Anjing-anjing Soviet pun ikut serta dalam peperangan. Lebih dari 19 juta orang menjadi sukarelawan untuk dikirim ke garis depan, dan 50 persen di antaranya adalah relawan perempuan. Dalam periode yang berbeda-beda selama masa perang, sebanyak 600 ribu hingga satu juta perempuan pun ikut bertempur di garis depan peperangan, dan 80 ribu di antaranya adalah perwira.
Sejak era Soviet, 9 Mei menjadi simbol persatuan bangsa Rusia. Warga Rusia hari ini tetap mempersepsikan kemenangan tersebut sebagai perang patriotik yang sangat besar dampaknya bagi semua orang, tanpa fokus pada pemimpin politik saat itu (Joseph Stalin).

Apa Makna Kemenangan Soviet bagi Dunia?
Kini, kita tahu bahwa Perang Patriotik Raya tercatat sebagai perang terbesar dan paling berdarah dalam sejarah manusia. Dari pihak Soviet saat itu, tak kurang dari puluhan juta warga Uni Soviet harus kehilangan nyawanya di medan perang.
Selain memberikan sumbangsih besar dalam pembebasan Eropa dari kekejaman tentara Nazi Jerman, kemenangan Uni Soviet dalam Perang Patriotik Raya pun akhirnya mendorong berbagai gerakan kemerdekaan di kawasan Asia Pasifik. Setelah Perang Dunia II berakhir pada tahun 1945, sejumlah negara yang dijajah memperoleh kemerdekaannya dan menjadi negara berdaulat. Di Asia Tenggara misalnya, ada banyak negara yang terbebas dari penjajahan dan kolonialiasasi sejak tahun 1945, termasuk Indonesia, Kamboja, Laos, Vietnam, Filipina, dan Myanmar.
Bagi Indonesia, Rusia (atau Uni Soviet kala itu), memang punya kesan tersendiri bagi negara ini. Soviet pernah menjadi sahabat dekat sekaligus dianggap sebagai negara yang masuk "daftar hitam" karena ideologi yang dianut negara tersebut. Memang, negara kita memiliki masa lalu yang kelam dengan komunisme. Bagi rakyat Rusia yang pernah mengalami era kepemimpinan komunis Uni Soviet, masa-masa tersebut pun memiliki kesan yang cukup rumit. Saya ingat, dalam suatu kesempatan Presiden Rusia Vladimir Putin pernah berkata bahwa, "siapa pun yang tidak merindukan Uni Soviet, tidak punya perasaan. Namun, siapa pun yang ingin kembali pada masa (atau pada sistem pemerintahan) Uni Soviet, tidak punya otak".
Selama ini, entah sadar atau tidak, segala aspek kehidupan kita, bahkan sampai pada soal sejarah, cenderung memihak pada satu sisi, atau merefleksikan "kehebatan" satu pihak, yaitu Barat. Kemenangan Uni Soviet atas Nazi pada Perang Patriotik Raya adalah suatu fakta sejarah yang jelas terabaikan. Padahal, kemenangan tersebut jelas bukanlah sembarang kemenangan. Sama halnya dengan Perang Patriotik Raya bukanlah sembarang peperangan.
Lalu, seberapa besar porsi pendidikan atau penyampaian informasi ini disampaikan dalam teks buku-buku sejarah di Indonesia? Tidak banyak. Seingat saya, buku teks sejarah yang saya pelajari dulu lebih banyak menceritakan mengenai sejarah dunia dari perspektif Barat. Memang betul, ada pula sejarah mengenai Uni Soviet, tapi sangat sedikit dan itu pun mengenai kaitan ideologi komunisme Soviet dengan Partai Komunisme Indonesia (PKI) saat itu, serta mengenai peristiwa Glasnost dan Perestroika dan bubarnya Uni Soviet.
Lantas, sampai kapan kita tidak jujur pada sejarah? Jika kita "menghilangkan" peran nyata Soviet dalam sejarah, saya pikir, itu sama tidak baiknya dengan memperbesar peran Barat dalam sejarah. Sayangnya, itulah yang terjadi. Sebetulnya, tidak hanya di Indonesia, tapi saya yakin di banyak negara lainnya, Soviet (atau Rusia kini) juga mendapat "perlakuan" serupa dalam sejarah.

Sumber:obth.com *opini penulis

Senin, 13 Februari 2017

Cerita singkat, Khalid bin Walid " Pedang Allah yang Terhunus"

IBismillahirohmanirohim
Khalid bin Walid adalah seorang panglima perang yang termasyhur dan ditakuti di medan tempur. Ia mendapat julukan "Pedang Allah yang Terhunus". Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang karirnya.
Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi Khalid, adalah istri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.
Awalnya Khalid bin Walid adalah panglima perang kaum kafir Quraisy yang terkenal dengan pasukan kavalerinya. Pada saat Perang Uhud, Khalid yang melihat celah kelemahan pasukan Muslimin yang menjadi lemah setelah bernafsu mengambil rampasan perang dan turun dari Bukit Uhud, langsung menghajar pasukan Muslim pada saat itu. Namun justru setelah perang itulah Khalid masuk Islam.
Ayah Khalid, Walid bin Mughirah dari Bani Makhzum adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia orang yang kaya raya. Dia menghormati Ka’bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka’bah. Pada masa ibadah haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.
Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, merekalah yang mengurus gudang senjata dan tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit. Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzumlah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.
Ketika Khalid bin Walid masuk Islam, Rasulullah sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat membela panji-panji Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan Khalid diangkat menjadi panglima perang dan menunjukkan hasil kemenangan atas segala upaya jihadnya.
Pada masa pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid ditunjuk menjadi panglima pasukan Islam sebanyak 46.000, menghadapi tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Dia sama sekali tidak gentar menghadapinya, dia hanya khawatir tidak bisa mengendalikan hatinya karena pengangkatannya dalam peperangan yang dikenal dengan Perang Yarmuk itu.
Dalam Perang Yarmuk jumlah pasukan Islam tidak seimbang dengan pihak musuh yang berlipat-lipat. Ditambah lagi, pasukan Islam yang dipimpin Khalid tanpa persenjataan yang lengkap, tidak terlatih dan rendah mutunya. Ini berbeda dengan angkatan perang Romawi yang bersenjata lengkap dan baik, terlatih dan jumlahnya lebih banyak. Bukan Khalid namanya jika tidak mempunyai strategi perang, dia membagi pasukan Islam menjadi 40 kontingen dari 46.000 pasukan Islam untuk memberi kesan seolah-olah pasukan Islam terkesan lebih besar dari musuh.
Strategi Khalid ternyata sangat ampuh. Saat itu, taktik yang digunakan oleh Romawi terutama di Arab utara dan selatan ialah dengan membagi tentaranya menjadi lima bagian; depan, belakang, kanan, kiri dan tengah. Heraklius telah mengikat tentaranya dengan besi antara satu sama lain. Ini dilakukan agar mereka jangan sampai lari dari peperangan.
Kegigihan Khalid bin Walid dalam memimpin pasukannya membuahkan hasil yang membuat hampir semua orang tercengang. Pasukan Islam yang jumlahnya jauh lebih sedikit itu berhasil memukul mundur tentara Romawi dan menaklukkan wilayah itu.
Perang yang dipimpin Khalid lainnya adalah perang Riddah (perang melawan orang-orang murtad). Perang Riddah ini terjadi karena suku-suku bangsa Arab tidak mau tunduk lagi kepada pemerintahan Abu Bakar di Madinah. Mereka menganggap bahwa perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah, dengan sendirinya batal setelah Rasulullah wafat.
Oleb sebab itu, mereka menentang Abu Bakar. Karena sikap keras kepala dan penentangan mereka yang dapat membahayakan agama dan pemerintahan. Maka Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk menjadi jenderal pasukan perang Islam untuk melawan kaum murtad tersebut, hasilnya kemenangan ada di pihak Khalid.
Masih pada pemerintahan Abu Bakar, Khalid bin Walid dikirim ke Irak. Pertempuran Walaja yang terjadi di Mesopotamia (sekarang Irak) antara pasukan Muslim dan Kekaisaran Persia Sassania yang dibantu sekutunya,Sekalipun kalah jumlah tiga banding satu, pasukan Muslim dibawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil mengalahkan pasukan Persia dengan telak. Kemenangan ini tak lepas dari kecemerlangan strategi Khalid, yang melakukan manuver taktis pengepungan ganda kemudian Khalid bin Walid diperintahkan oleh Abu Bakar meninggalkan Irak untuk membantu pasukan yang dipimpin Usamah bin Zaid.
Ada kisah yang menarik dari Khalid bin Walid. Dia memang sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya. Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.
Hal ini ditunjukkannya saat Khalifah Umar bin Khathab mencopot sementara waktu kepemimpinan Khalid bin Walid tanpa ada kesalahan apa pun. Menariknya, ia menuntaskan perang dengan begitu sempurna. Setelah sukses, kepemimpinan pun ia serahkan kepada penggantinya, Abu Ubaidah bin Jarrah.
Khalid tidak mempunyai obsesi dengan ketokohannya. Dia tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan. Itu dianggapnya sebagai sebuah perjuangan dan semata-mata mengharapkan ridha Sang Maha Pencipta. Itulah yang ia katakan menanggapi pergantiannya, "Saya berjuang untuk kejayaan Islam. Bukan karena Umar!"
Jadi, di mana pun posisinya, selama masih bisa ikut berperang, stamina Khalid tetap prima. Itulah nilai ikhlas yang ingin dipegang seorang sahabat Rasulullah seperti Khalid bin Walid.
Khalid bin Walid pun akhirnya dipanggil oleh Sang Khaliq. Umar bin Khathab menangis. Bukan karena menyesal telah mengganti Khalid. Tapi ia sedih karena tidak sempat mengembalikan jabatan Khalid sebelum akhirnya "Si Pedang Allah" menempati posisi khusus di sisi Allah SWT.
Sekian. Wallahu ‘Alam

Sabtu, 21 Januari 2017

5 Fakta Garuda Pancasila yang Patut Diketahui

Setiap negara di dunia pastinya selain memiliki lagu dan bendera kebangsaan, juga mempunyai lambang negara resmi yang merupakan representasi identitas bangsa.
Indonesia sendiri ditetapkan bahwa Sang Saka Merah Putih adalah bendera kebangsaan dan lagu kenegaraannya adalah Indonesia Raya, sedangkan untuk lambangnya, Pemerintah Indonesia menetapkan Garuda Pancasila sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Walaupun sudah banyak orang yang tahu, terutama para pakar sejarah, namun tidak sedikit pula yang masih belum mengetahui fakta-fakta di balik Garuda Pancasila. Berikut ini beberapa fakta singkat mengenai lambang negara Indonesia tersebut.

1. Garuda adalah hewan mitologi

Burung garuda merupakan mitologi yang ada di dalam Agama Hindu dan Buddha. Nama garuda sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu Garula.
Burung garuda adalah tunggangan Dewa Wisnu yang digambarkan memiliki tubuh emas, berwajah putih, bersayap merah keemasan, bertubuh seperti manusia yang memiliki tangan dan kaki dan berukuran sangat besar.

2. Perancang dan pencetus Garuda Pancasila

Burung garuda digunakan sebagai lambang NKRI setelah Pemerintah Indonesia menyetujui gambar rancangan dari Sultan Hamid II dari Pontianak.
Rancangan gambar burung garuda yang berkalungkan perisai dengan beberapa gambar pada bagian tengahnya tersebut kemudian diperbarui dan ditetapkan sebagai lambang negara resmi oleh Presiden Soekarno melalui Sidang Kabinet RI pada tanggal 11 Februari 1950 dan penggunaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 43/1958.

3. Rancangan Garuda Pancasila terpilih melalui voting

Setelah merdeka, diadakan semacam sayembara untuk membuat lambang NKRI. Pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi dan mempertimbangkan segala aspek dalam pemilihan lambang negara tersebut.

Ada 2 rancangan lambang negara, yaitu karangan dari Sultan Hamid II dan M Yamin. Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya rancangan dari Sultan Hamid II yang terpilih karena gambar dari M Yamin menyertakan sinar-sinar matahari yang merupakan representasi dari Jepang.

4. Desain Garuda Pancasila sudah pernah ada sebelum era Kemerdekaan

Jika mengatakan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang bentuk dan desain Garuda Pancasila pertama, maka hal itu dapat direvisi terlebih dahulu karena jauh sebelum era kemerdekaan, ada kerajaan di Tanah Air yang memiliki lambang menyerupai Garuda Pancasila seperti sekarang ini, yaitu Kerajaan Samudera Pasai di Aceh.
[Image Source 1.bp.blogspot.co]
Memang secara keseluruhan, lambang Kerajaan Samudera Pasai dan Garuda Pancasila tidak sama, akan tetapi jika dilihat secara sekilas, mulai dari bentangan sayap, kepala yang menoleh ke kanan, kaki yang mencengkeram pita sampai dengan perisai di dada yang terbagi 5, juga ada pada lambang Kerajaan Samudera Pasai. Selain Kerajaan Samudera Pasai, ada beberapa kerajaan lain di Tanah Air yang juga menggunakan lambang burung garuda, seperti Kerajaan Mataram Kuno (Garudamukha), Kerajaan Kedah (Garudagaragasi), Kerajaan Sumatera dan Kerajaan Sintang Kalimantan.

5. Filosofi dan makna

Secara umum, total jumlah bulu pada Garuda Pancasila melambangkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 helai di masing-masing sayap, 8 helai di ekor, 19 helai di bagian bawah perisai dan 45 helai di leher.
Pita berwarna putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan kesucian dan kerukunan, paruh dan cakar melambangkan kekuatan bangsa, warna emas melambangkan kejayaan atau keagungan, perisai melambangkan pertahanan, warna merah putih pada perisai melambangkan bendera kebangsaan sedangkan hitam melambangkan titik pusat garis katulistiwa.
[Image Source farhancraft.files.wordpress.com]
Pancasila diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan sila adalah prinsip. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu kutipan dari kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, yaitu bhinneka adalah raham atau berbeda-beda, tunggal adalah satu dan ika adalah itu. Kepala menoleh ke kanan karena sebelah kanan selalu diidentikkan dengan kebajikan dan adat ketimuran yang santun serta terpuji. Jambul dan beberapa bulu pada bagian kepala, pada dasarnya tidak memiliki artian khusus karena ditambahkannya hal itu oleh Presiden Soekarno agar tidak sama dengan lambang Amerika Serikat.

6. Desain lambang negara yang mirip Garuda Pancasila

Selain Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga menggunakan burung garuda sebagai lambang, yaitu Thailand dan Mongol juga menggunakan burung garuda sebagai lambang negara.
[Image Source alam.uniknya.com]
Untuk desainnya, ada beberapa negara lain yang menyerupai desain dan bentuk mirip Garuda Pancasila, yaitu Jerman, Amerika Serikat, Rusia, Polandia, Irak, Papua Nugini, Uzbekistan, Meksiko, Mesir, Afrika Selatan, Albania, Suriah, Yordania dan Sudan. Membaca fakta sejarah mengenai Garuda Pancasila tak cuma sekedar menambah pengetahuan, tapi juga bisa mengembalikan rasa nasionalisme yang mungkin sudah mulai memudar.