Sabtu, 21 Januari 2017

5 Fakta Garuda Pancasila yang Patut Diketahui

Setiap negara di dunia pastinya selain memiliki lagu dan bendera kebangsaan, juga mempunyai lambang negara resmi yang merupakan representasi identitas bangsa.
Indonesia sendiri ditetapkan bahwa Sang Saka Merah Putih adalah bendera kebangsaan dan lagu kenegaraannya adalah Indonesia Raya, sedangkan untuk lambangnya, Pemerintah Indonesia menetapkan Garuda Pancasila sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Walaupun sudah banyak orang yang tahu, terutama para pakar sejarah, namun tidak sedikit pula yang masih belum mengetahui fakta-fakta di balik Garuda Pancasila. Berikut ini beberapa fakta singkat mengenai lambang negara Indonesia tersebut.

1. Garuda adalah hewan mitologi

Burung garuda merupakan mitologi yang ada di dalam Agama Hindu dan Buddha. Nama garuda sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta, yaitu Garula.
Burung garuda adalah tunggangan Dewa Wisnu yang digambarkan memiliki tubuh emas, berwajah putih, bersayap merah keemasan, bertubuh seperti manusia yang memiliki tangan dan kaki dan berukuran sangat besar.

2. Perancang dan pencetus Garuda Pancasila

Burung garuda digunakan sebagai lambang NKRI setelah Pemerintah Indonesia menyetujui gambar rancangan dari Sultan Hamid II dari Pontianak.
Rancangan gambar burung garuda yang berkalungkan perisai dengan beberapa gambar pada bagian tengahnya tersebut kemudian diperbarui dan ditetapkan sebagai lambang negara resmi oleh Presiden Soekarno melalui Sidang Kabinet RI pada tanggal 11 Februari 1950 dan penggunaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 43/1958.

3. Rancangan Garuda Pancasila terpilih melalui voting

Setelah merdeka, diadakan semacam sayembara untuk membuat lambang NKRI. Pada tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi dan mempertimbangkan segala aspek dalam pemilihan lambang negara tersebut.

Ada 2 rancangan lambang negara, yaitu karangan dari Sultan Hamid II dan M Yamin. Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya rancangan dari Sultan Hamid II yang terpilih karena gambar dari M Yamin menyertakan sinar-sinar matahari yang merupakan representasi dari Jepang.

4. Desain Garuda Pancasila sudah pernah ada sebelum era Kemerdekaan

Jika mengatakan bahwa Sultan Hamid II adalah perancang bentuk dan desain Garuda Pancasila pertama, maka hal itu dapat direvisi terlebih dahulu karena jauh sebelum era kemerdekaan, ada kerajaan di Tanah Air yang memiliki lambang menyerupai Garuda Pancasila seperti sekarang ini, yaitu Kerajaan Samudera Pasai di Aceh.
[Image Source 1.bp.blogspot.co]
Memang secara keseluruhan, lambang Kerajaan Samudera Pasai dan Garuda Pancasila tidak sama, akan tetapi jika dilihat secara sekilas, mulai dari bentangan sayap, kepala yang menoleh ke kanan, kaki yang mencengkeram pita sampai dengan perisai di dada yang terbagi 5, juga ada pada lambang Kerajaan Samudera Pasai. Selain Kerajaan Samudera Pasai, ada beberapa kerajaan lain di Tanah Air yang juga menggunakan lambang burung garuda, seperti Kerajaan Mataram Kuno (Garudamukha), Kerajaan Kedah (Garudagaragasi), Kerajaan Sumatera dan Kerajaan Sintang Kalimantan.

5. Filosofi dan makna

Secara umum, total jumlah bulu pada Garuda Pancasila melambangkan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yaitu 17 helai di masing-masing sayap, 8 helai di ekor, 19 helai di bagian bawah perisai dan 45 helai di leher.
Pita berwarna putih bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika melambangkan kesucian dan kerukunan, paruh dan cakar melambangkan kekuatan bangsa, warna emas melambangkan kejayaan atau keagungan, perisai melambangkan pertahanan, warna merah putih pada perisai melambangkan bendera kebangsaan sedangkan hitam melambangkan titik pusat garis katulistiwa.
[Image Source farhancraft.files.wordpress.com]
Pancasila diambil dari Bahasa Sansekerta yaitu Panca berarti lima dan sila adalah prinsip. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika merupakan salah satu kutipan dari kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular, yaitu bhinneka adalah raham atau berbeda-beda, tunggal adalah satu dan ika adalah itu. Kepala menoleh ke kanan karena sebelah kanan selalu diidentikkan dengan kebajikan dan adat ketimuran yang santun serta terpuji. Jambul dan beberapa bulu pada bagian kepala, pada dasarnya tidak memiliki artian khusus karena ditambahkannya hal itu oleh Presiden Soekarno agar tidak sama dengan lambang Amerika Serikat.

6. Desain lambang negara yang mirip Garuda Pancasila

Selain Indonesia, ada beberapa negara lain yang juga menggunakan burung garuda sebagai lambang, yaitu Thailand dan Mongol juga menggunakan burung garuda sebagai lambang negara.
[Image Source alam.uniknya.com]
Untuk desainnya, ada beberapa negara lain yang menyerupai desain dan bentuk mirip Garuda Pancasila, yaitu Jerman, Amerika Serikat, Rusia, Polandia, Irak, Papua Nugini, Uzbekistan, Meksiko, Mesir, Afrika Selatan, Albania, Suriah, Yordania dan Sudan. Membaca fakta sejarah mengenai Garuda Pancasila tak cuma sekedar menambah pengetahuan, tapi juga bisa mengembalikan rasa nasionalisme yang mungkin sudah mulai memudar.

Minggu, 08 Januari 2017

Negara - negara yang menggunakan lambang negara di jersey timnas-nya

Banyak yang bilang cuma Indonesia yang pake lambang Negara di jersey Timnasnya.

Apa bener cuma Indonesia yang pake lambang negara di jersey timnasnya?
Jawabannya
Ternyata Engga!

Setidaknya, ada beberapa timnas dari berbagai negara yang memakai lambang negara di bagian dada jersey-nya.Tidak seperti lazimnya ratusan timnas negara lain yang memakai logo federasi sepakbola di bagian dada jersey-nya

Alasan kenapa pake lambang Negara:
1. Logo federasi sepakbola tidak cocok warnanya dengan warna jersey (Contohnya Indonesia, jersey merah, tapi logo PSSI biru, kan ga cocok kalo dipasang)
2. Bendera negara memiliki warna yang sama dengan jersey (Bayangin kalo timnas Indonesia pake emblem bendera merah putih di bagian dada jersey-nya, nanti yang keliatan cuma garis putih doang dong?)
3. Desainnya kurang menarik (Contohnya Spanyol, lebih gagah lambang negaranya kan daripada logo federasi sepakbolanya)
4. Lambang negara lebih menunjukkan nasionalisme (Di zaman perang dingin, Uni Soviet pakai lambang negara di jersey-nya untuk menunjukkan nasionalisme)
5. Membentuk persepsi bahwa timnas mewakili bangsa negara, bukan mewakili federasi sepakbola

Sejarah Garuda di Dada Timnas Indonesia
Lambang Garuda sudah digunakan di seluruh seragam olahraga Indonesia ketika berlaga di olimpiade internasional sejak 1956. Namun khusus di bidang sepakbola, sudah digunakan 2 tahun sebelumnya yakni tahun 1954 kala timnas Indonesia berangkat ke Cekoslovakia dalam ajang persahabatan.
Hal tersebut adalah permintaan Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, yang memang di masa pemerintahannya dia adalah pemimpin tunggal yang memiliki supremasi luar biasa atas segala aspek di Indonesia.
Alasan Bung Karno memerintahkan pemakaian garuda adalah karena menurutnya, lambang Garuda nan gagah itu lebih memiliki aura yang memancarkan semangat juang di lapangan. Selain itu, lambang ini digunakan supaya seluruh atlet Indonesia memakai lambang yang sama, tidak berbeda-beda di tiap bidang olahraganya.
Itulah manfaat Garuda sebagai identitas bangsa. Kita lihat di jaket olahraga semua pejuang olimpiade SEA GAMES Indonesia, terpampang Garuda yang sama.

Berikut beberapa negara yang menggunakan lambang negara di jersey timnas-nya:

*Slovakia menggunakan lambang negara & logo federasi sepakbola-nya

Selasa, 18 Oktober 2016

10 Nama Kembar Klub Sepak Bola Indonesia Tapi Beda Fakta

Sebagai induk organisasi sepak bola di Indonesia, PSSI mempunyai banyak anggota. Tidak hanya puluhan, namun mencapai ratusan yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Sabang hingga Merauke.
Jumlah yang cukup banyak mengingat luasnya negeri ini serta usia PSSI yang sudah mencapai 86 tahun pada 19 April 2016.
Mayoritas anggota PSSI itu merupakan klub dan hanya sebagian kecil yang merupakan asosiasi. Lazimnya, klub di Tanah Air yang pada awalnya merupakan bond atau perkumpulan saat penjajahan, hampir semua anggota PSSI memakai nama yang diawali kata "Per".
Kata itu sebagai singkatan dari "Persatuan", mengingat dalam sejarahnya, selepas tidak lagi menggunakan nama dalam bahasa asing, kata "Persatuan Sepak Bola" banyak digunakan sebagai nama baru. Hal itu tidak terlepas dari peran sepak bola, khususnya, selama masa penjajahan, sebagai alat pemersatu bangsa.
Yang jadi pembeda dalam nama itu hanyalah kota atau daerah di mana persatuan sepak bola itu berasal, yang biasanya terletak di bagian paling belakang.
Kesamaan nama sangat mungkin terjadi, terlebih bila perkumpulan sepak bola itu berasal dari kota atau daerah yang berawal sama. Seperti yang terjadi pada Persiba (Balikpapan) dan Persiba (Bantul).
Faktanya, tidak hanya Persiba (Balikpapan dan Bantul) yang memiliki kesamaan nama. Dari ratusan anggota PSSI, ditemui banyak klub lain yang memiliki kesamaan nama.
Bila William Shakespeare pernah berucap "apalah arti sebuah nama", tentu tidak begitu dengan klub-klub di Tanah Air. Dipastikan tidak ada dari mereka yang memiliki unsur kesengajaan dalam memberikan nama sehingga ingin sama seperti nama klub lain yang sudah ada sebelumnya.
Siapa saja klub-klub anggota PSSI di Tanah Air yang memiliki kesamaan nama???

Persip
Dua klub yang beda pulau. Satu di Sumatra dan satunya lagi di Jawa Tengah. Persip Pase terletak di Kabupaten Aceh Utara, sedangkan Persip satunya lagi di Pekalongan. Kedua klub ini juga beda kasta. Persip Pase di Liga Nusantara, sementara Persip Pekalongan di Divisi Utama atau ISC B.

PSS
Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Simalungun di Sumatra Utara ternyata "dekat". Kedekatan ini seolah tampak dari kesaman singkatan klub kebanggaan daerah itu, yakni PSS Simalungun dan PSS Sleman. Perbedaan hanya terletak pada kasta dua klub itu, PSS Simalungun di Liga Nusantara dan PSS Sleman di Divisi Utama.

Persitas
Ada tiga klub yang memiliki nama Persitas dalam buku bekas keanggotaan PSSI per 2015. Diurutkan dari barat ke timur ketiga ketiga klub itu adalah Persitas Takengon dari Aceh Tengah, Persitas dari Padang Sidempuan, dan Persitas Tasikmalaya.
Uniknya ketiga klub ini kompak ada di kasta Liga Nusantara atau kasta paling rendah dalam strata kompetisi di Tanah Air saat ini.

Persepar
Nama Persepar dalam buku besar keanggotaan PSSI ada dua, yaitu Persepar Padang Pariaman dan Persepar Palangkaraya. Tetapi, pada kenyataannya nama Persepar tinggal milik Persepar Padang Pariaman, karena Persepar Palangkaraya beberapa tahun lalu mengganti nama menjadi Kalteng Putra.
Namun, dalam kongres PSSI perubahan nama itu belum ditetapkan sehingga secara resmi nama Persepar tetap ada dua di keanggotaan PSSI.

Persis
Terdapat empat nama klub Persis di keanggotaan PSSI. Keempat klub itu adalah Persis Solok (Sumatra Barat), Persis Solo (Jawa Tengah), Persis Sahinge (Sulawesi Utara), dan Persis Soasio (Maluku Utara).
Dilihat dari daerah asalnya, keempat klub ini uniknya berasal dari empat pulau berbeda. Namun, dari empat klub ini hanya Persis Solo yang berkiprah di Divisi Utama (ISC B), sisanya main di Liga Nusantara.

Persikota
Nama Persikota juga laris menjadi pilihan klub anggota PSSI. Setidaknya ada empat klub yang memiliki nama sama Persikota.
Empat klub itu adalah Persikota Sungai Penuh (Jambi), Persikota Tangerang, Persikota kota baru (Kalsel), Persikota Tidore Kepulauan (Maluku Utara). Empat klub ini sekarang sama-sama berlaga di Liga Nusantara.

Persija
Apakah Persija hanya nama untuk Persija Jakarta? Ternyata tidak. Ternyata hampir semua klub di bawah Ascab PSSI DKI Jakarta pernah memiliki nama yang sama, bahkan sampai sekarang. Persija seperti yang sekarang bertanding di kasta ISL (Torabika Soccer Championship 2016 ) sejatinya adalah Persija Jakarta Pusat.
Di luar itu pernah ada Persija Jakarta Timur atau Persijatim yang sekarang populer dengan nama Sriwijaya FC. Nama Persija ternyata dalam keanggotaan PSSI juga dipakai Persija Jakarta Barat yang berkiprah di Liga Nusantara.

PSM
Keunikan terjadi di sini. Adalah klub tertua di Indonesia, PSM Makassar, ternyata juga memiliki nama yang sama dengan salah satu klub pendiri PSSI. Klub itu adalah PSM Madiun.
Memang, saat pertama kali didirikan PSM Makassar yang lahir pada 1915 dan PSM Madiun pada 1929, memiliki identitas yang berbeda. Kedua klub sama-sama memakai nama Belanda lantaran menyesuaikan dengan zaman kolonial kala itu.
Namun setelah Indonesia merdeka, seperti kebanyakan klub perserikatan lainnya, mereka mengubah nama memakai persatuan di depannya. Alhasil karena Makassar dan Madiun sama-sama berawalan M, nama PSM pun tidak bisa dielakkan.
Saat ini dua PSM itu mengalami nasib yang berbeda. PSM Makassar bermain di kasta ISL (TSC 2016), sedangkan PSM Madiun terlunta-lunta di Liga Nusantara.

Persela
Nama klub sepak bola Indonesia barangkali bisa menjadi salah satu cara paling mudah untuk belajar geografi. Dengan luas Indonesia yang lebih besar dari 11 negara di Eropa Barat, mengenalkan berbagai daerah dari seluruh penjuru Nusantara akan lebih mudah memakai pengenalan klub.
Sejak kemunculan Persela di kompetisi tertinggi Indonesia, Lamongan tidak hanya dikenal sebagai Kota Soto. Ternyata begitu banyak potensi yang dimiliki Lamongan, tidak terkecuali Persela itu sendiri.
Namun, ternyata nama Persela tidak hanya jadi monopoli Persela. Di Kalimantan Tengah ternyata ada satu klub yang memiliki nama Persela. Klub itu berasal dari Lamandau, salah satu kabupaten di provinsi tersebut.
Dengan mengambil 'La' sebagai awalan, jadilah Persela Lamandau yang sekarang masih berkompetisi di kasta Liga Nusantara. Barangkali akan terjadi sedikit kerepotan bila suatu saat Persela Lamandau satu kasta di ISL seperti Persela Lamongan.

Perseka
Satu di Jawa Tengah, satunya lagi di Kalimantan Selatan. Tetapi, dua klub ini memiliki nama yang sama. Mereka adalah Perseka.
Perseka yang pertama datang dari Karanganyar, salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang berbatasan langsung dengan Surakarta atau Solo. Kemudian Perseka yang kedua dari Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, yang masuk di Provinsi Kalimantan Selatan.
Persamaan nama mereka tidak bisa dihindari karena memiliki awalan suku kata yang sama. Meski bebas menentukan nama, tampaknya pilihan nama Perseka dianggap sudah paling pas oleh para pendiri klub itu. Bahkan kemungkinan para pendiri dua klub ini tidak saling tahu jika akan memiliki nama yang sama.
Sekarang ini Perseka Karanganyar dan Perseka Kandangan masih berkutat di kompetisi paling bawah, yaitu Liga Nusantara. Mereka juga belum pernah bertemu satu sama lain dalam pertandingan resmi.